Kota Makassar
diguyur hujan disertai angin kencang. Rintik Hujan berjatuhan ke hamparan hijau
di depan rumah. Pepohonan berayun kesana ke mari, seakan menari riang menyambut
datangnya sang hujan. Sang katak tak mau kalah dengan tarian pepohonan.
Ditunjukkannya suara merdu saling panggil memanggil satu sama lain, hingga
terdengar lantunan khas katak. Semuanya seakan turut serta meramaikan ritual
penyambutan sang hujan yang sekian lama baru bersua. Sang hujan yang membawa tetesan-tetesan
kehidupan bagi semua makhluk, dengan anggunya turun ke bumi disertai dengan
gemuruh sang Guntur yang gagah berani.
Makassar, 28 Oktober 2012Run_Art
Rintik Hujan Penuh Arti
![]() |
| saat pendampingan tim audit internal |
Idealnya puskesmas dituntut untuk memperbaiki mutu dan pelayanan mereka. Namun tak sedikit Puskesmas yang "Bingung" dan tidak tau arah dari Akreditasi itu atau lebih tepatnya langkah-langkah apa yang harus diambil oleh Puskesmas dimana harus memenuhi elemen penilaian yang sekian banyak itu. Dalam implementasinya ini menjadi tantangan tersendiri di Puskesmas, baik karena kondisi internal itu sendiri misalnya keuangan, kesiapan nakes, sarana dan prasarana dan lain sebagainya. Justru, disitulah titip point dari Akreditasi yaitu mengubah mutu dan pelayanan di puskesmas menjadi lebih baik dengan dukungan administrasi dan manajemen yang baik, Upaya kegiatan masyarakat yang betul-betul berdasarkan asas kebutuhan masyarakat dan inovasi, dan upaya kegiatan perorangan yang bermutu.
Usai menyelesaikan tugas di Pencerah Nusantara kembali ke kampung halaman. Disana saya menjadi tenaga ahli sukarela di Dinas Kesehatan Kabupaten. Dengan bekal berharga mengenai akreditasi, manajemen puskesmas, pemberdayaan masyarakat, penguatan stakeholder dan lain sebagainya saya diminta untuk membantu tim Pendamping Akreditasi Puskesmas di Dinas Kesehatan bagian Administrasi dan Manajemen (Pokja Admen). Semangat untuk menyalurkan dan menginspirasi nakes pun terbuka lebar. Hal inilah yang saya inginkan.
Melalui kesempatan itu, saya berkesempatan untuk memaparkan sejumlah materi yang bertujuan untuk memberikan gambaran apa itu akreditasi? dan apa saja yang perlu dipersiapkan? serta menjadi konsultan free buat Puskesmas agar memahami elemen penilaian yang dituntut untuk diselesaikan.
Saya sangat bersyukur masih terlibat dalam proses untuk "berbenah" di sektor Kesehatan. Saya percaya pengabdian tidak selalu diukur dengan materi. Diluar sana masih banyak orang-orang yang mengabdi penuh tulus tanpa bayaran sepersen pun. Salut buat mereka. Semangat untuk berbenah demi masyarakat yang sehat.
Hasirun
Pendamping Pelatihan Nusantara Sehat Batch 7
Mengabdi Tanpa Batas
Pengorbanan untuk mendapatkan cinta itu
memang berat. Terkadang kita sulit untuk
meraihnya, namun dengan berpegang teguh dengan cinta, maka dua tetesan air itu
bisa menyatu dalam telaga cinta walau hempasan badai mencoba untuk memisahkan
mereka. Cinta itu tulus. Tak seperti dimensi lainnya, cinta tak berwujud, tak
dibatasi oleh dimensi ruang dan waktu.
Banyak orang terjebak dengan makna cinta.
Para pujangga itu belum melihat cinta sebagai bagian dari diri mereka. Cinta
adalah anugerah yang terindah yang Tuhan berikan ke hamba-Nya. Kita saling
mengasihi, menjaga satu sama lain. Namun, dengan penafsiran cinta hanya sebatas
dimensi ruang dan waktu maka jelaslah cinta yang akan dituai hanyalah cinta
semu.
Jika cinta telah menyatu ke dalam denyut
nadi, segala hembusan nafas kita akan penuh dengan kasih sayang. Tak perlu
menunggu datangnnya tetesan hujan yang menyapa. Kita sudah merasakan cinta.
Memperjuangkan cinta memang tantangan tersendiri. Namun, jika selalu dipupuk
dengan penghambaan kepada Tuhan, cinta itu akan terjaga kemurniannya.
Cinta Terbalut Penghambaan Ilahi
Belenggu dosa kian erat
Jiwaku kering haus kerinduan
Tak mampu kujabarkan dalam kata
Hanya kekosongan jiwa pelipur lara
Ingin rasanya mengapai kebebasan
Ia sayup bergema di lubuk hati
"Bebaslah, lepaskan belenggu dosa
Hilangkan noda hitam
Cukuplah kau kongsi dengan dosa
Kau jadi buta arah
Tak ada jaminan noda hitam setia menemani
Bayang-bayang bersalah justru menghantui
Menjelma jadi penyesalab abadi
Sudah cukuplah
Bingkai hatimu dengan cahaya iman
Sucikan hati dalam ketenangan jiwa
Kegusaran terganti harapan baru
Di sudut gelap hati ia bersinar
Penuh harap menjadi lentera hidup
Life must change
Run_Art
Jiwaku kering haus kerinduan
Tak mampu kujabarkan dalam kata
Hanya kekosongan jiwa pelipur lara
Ingin rasanya mengapai kebebasan
Ia sayup bergema di lubuk hati
"Bebaslah, lepaskan belenggu dosa
Hilangkan noda hitam
Cukuplah kau kongsi dengan dosa
Kau jadi buta arah
Tak ada jaminan noda hitam setia menemani
Bayang-bayang bersalah justru menghantui
Menjelma jadi penyesalab abadi
Sudah cukuplah
Bingkai hatimu dengan cahaya iman
Kegusaran terganti harapan baru
Di sudut gelap hati ia bersinar
Penuh harap menjadi lentera hidup
Life must change
Run_Art
Noda Hitam
Menjadi kodrat manusia untuk ditempa dengan berbagai masalah, ujian, cobaan, yang silih berganti dalam setiap segmen kehidupan kita sebagai makhluk berakal. Apapun definisi yang coba diutarakan mengenai persoalan hidup, hal itu semata-mata, kita lulus atau tidak dengan ujian tersebut dan keluar menjadi pribadi-pribadi pemenang di dunia dan juga di akhirat kelak. Amin.
Sering kita menghadapi permasalahan yang terkadang diawal proses menuntaskan masalah, kita menjadi pribadi yang pesimis. "Ah saya tidak bisa", "Saya tidak cukup berkompeten untuk itu", "lain kali saja kalau sudah siap". Hal ini justru akan membuat potensi dalam diri kita redup seketika. Alhasil, kita tidak akan pernah mencicipi kesuksesan, karena sudah memikirkan susahnya untuk meraih mimpi itu di awal tadi.
Jangan ragu menghadapi masalah, Yakin pasti ada jalan keluarnya.
Langganan:
Postingan (Atom)




